Kalian Sebenarnya Bahagia Tapi Tidak Sadar (bagian 3, habis)

2 years ago Tausiyah

Imam Al Maarry yang menyaksikan dua orang Armenia yang bertengkar dengan memakai bahasa Armenia, saat diajukan ke pengadilan Imam Al Maarry diminta menjadi saksi lalu ia pun mengulangi seluruh perkataan dua orang Armenia tadi padahal beliau sendiri tidak faham bahasa itu.

Lalu lihatlah Imam Al Ashmai dan Al Hammad dua sejarahwan Islam yang luar biasa dan coba perhatikan berapa banyak syair dan sejarah yang mereka hafal. Atau lihatlah kepada Imam Ahmad dan Ibnu Main dan apa yang mereka hafal dari berbagai macam hadits, atsar dan lain sebagainya. Masih ada ratusan orang yang seperti mereka yang akan membuat kalian takjub luar biasa  dan andaikan kalian mau merenungi diri kalian kalian akan sadar bahwa kalian bisa seperti mereka namun kalian tidak berbuat apa-apa.  

Lihatlah berapa banyak kalian menyimpan  nama-nama orang, negara, koran, majalah, lagu, lelucon, restoran, cafe, dan betapa banyak cerita-cerita dan kisah-kisah yang telah engkau hafal dan sudah berapa banyak engkau menyibukkan otakmu untuk memikirkan bacan yang engkau baca yang engkau lihat dan engkau dengarkan andaikan semua kesia-siaan itu dimanfaatkan untuk ilmu yang bermanfaat pasti kalian bisa sama dengan ulama yang saya sudah sebutkan di atas. 


Saya mengenal seorang pelayan di warung kopi Farouk di kota Syam sejak dua puluh tahun lalu,  namanya Hilmi, setiap hari ia berkeliling mendatangi semua tamu  yang jumlahnya ratusan  dan bertanya kepada mereka apa yang  mereka pesan, kopi atau teh, atau minuman dingin atau perasan jeruk nipis? Apakah kopi pahit atau manis? teh biasa atau hijau, minuman dingin ini banyak jenisnya. Dia berdiri di tengah warung kopi itu untuk mendengarkan permintaaan setiap tamu. Lalu bersahut-sahutanlah permintaan sang tamu dengan suara yang keras dalam satu waktu dan hebatnya pelayan ini mampu melayani semua tamu tanpa keliru dalam mengantarkan tiap pesanan.

Wahai tuan -tuan

Kesehatan, waktu dan akal  semuanya adalah harta, uang. Kesemuanya adalah sumber kebahagian seandainya kalian ingin bahagia dengan itu semua itu

Dan raja dari seluruh sumber kebahagian ini adalah keimanan , iman mengobati lapar orang yang lapar, menghangatkan mereka yang menggigil kedinginan dan memperkaya mereka yang  miskin, menghibur yang bersedih, memperkuat yang lemah, menjadikan yang pelit menjadi dermawan, yang kesepian menyendiri menjadi senang gembira dan yang kecewa menjadi sukses sentosa. 

Sumber kebahagian  yang  kedua adalah sering-seringlah memandang orang yang tingkatannya berada di bawahmu. Sebab bagaiamana pun rendahnya derajatmu, buruknya keadaanmu maka sesungguhnya kalian masih lebih baik dari ribuan orang yang mereka berada di bawah kalian dari segi ilmu, kedudukan dan keturunan.

Dan sesungguhnya hidup kalian masih lebih bagus di banding Abdul malik bin Marwan dan Harun Arrasyid meskipun mereka adalah penguasa dunia.

Abd al-Malik memiliki gigi berlubang  yang membuatnya kesakitan hingga dia tidak bisa tidur malam. Dia tidak menemukan dokter untuk menambal dan menempel giginya dengan emas. Adapun engkau meskipun bukan raja tidak perlu ada seorang dokter yang melayanimu sebab gigimu sehat wal afiat.

Harun Arrasyid meskipun penguasa dunia di masanya namun di waktu malam saat ia kerja mesti menyalakan lilin sepanjang malam adapun kalian sudah ada listrik yang menerangimu. Dia meskipun penguasa dunia namun untuk pergi dari Damaskus ke Mekah mesti menempuh perjalanan berbulan lamanya adapun engkau mampu menempuhnya hanya dalam hitungan hari atau jam.

Wahai pembaca yang budiman

Kalian sebenarnya bahagia, tapi tidak sadar.  Kalian sebenarnya bahagia jika sadar betapa besar kenikmatan yang kalian nikmati. kalian  bahagia jika kalian tahu nilai diri kalian dan kalian memanfaatkan rahasia kekuatan yang kalian miliki dalam diri.

Kalian akan bahagia jika kalian mencari kebahagiaan itu dalam dirimu bukan di sekelilingmu.

Kalian pasti bahagia jika seandainya  pikiran kalian selalu bersama Allah, bersyukur atas semua nikmat dan bersabar atas semua cobaan maka sesungguhnya kalian adalah orang paling beruntung di dunia dan paling bahagia dunia akhirat 

Wasalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 

Ditulis oleh Syaikh Ali Attantawi, ulama besar dari Syam.

Diterjemahkan oleh Ahsanur Ahmad

 

Terkait