Jangan Tunggu ditegur Allah

2 years ago Tausiyah

 

Seorang mandor bangunan yang berada dilantai 5 memanggil pekerjanya yang sedang bekerja dibawah. 

Setelah sang mandor berkali kali berteriak memanggil,  si pekerja tidak dapat mendengar karna fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
 
Sang mandor terus berusaha agar pekerja mau menoleh keatas, dilemparnya uang RP 1.000 yang jatuh tepat disebelah pekerja,  pekerja tersebut hanya memungut RP 1.000 tersebut dan melanjutkan pekerjaannya, sang mandor akhirnya melempar uang lagi RP 100.000 dan  berharap pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas, akan tetapi pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang RP 100.000 dan kembali asik bekerja. 

Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepalanya pekerja, karna merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menengok ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor. 

Cerita tersebut diatas semoga bisa menjadi pelajaran utk kehidupan kita.


Allah selalu ingin menyapa hamba NYA, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "urusan dunia". Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kepada-Nya. 
Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang. 
Tak jarang kita katakan kita sedang "HOKI!"
Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah. 

Maka, jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yang kita sebut musibah agar kita mau mengingat kepadaNya, sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk bersyukur kepadaNya sebelum datang ujian kepada kita berupa musibah. 

Terkait